Langsung ke konten utama

Syarat-syarat Ijab Qabul

Ada tiga hal yang menjadi syarat dalam ijab dan qabul.

  1. Legalitas dan pelaku transaksi

Hendaknya seorang penjual dan pembeli harus berakal dan mumayyiz sehingga mengetahui apa yang dia katakan dan putuskan secara benar. Sebenarnya, syarat ini adalah syarat pelaku transaksi dan bukan syarat penyataan transaksi, kecuali kalau dilihat bahwa pernyataan itu keluar dari kedua pelaku transaksi. Anak yang sudah mumayyiz itu sekitar tujuh tahun penuh sehingga transaksi yang dilakukan oleh orang gila dan anak yang belum mumaltyiz dianggap tidak sah, karena transaksi ada keterikatan antara dua keinginan dari kedua belah pihak.Menurut Hanafi, baligh dan hak memilih bukanlah syarat terjadinya sebuah transaksi. Karena itu, perlu dibahas pembicaraan mengenai jual beli dari anak-anak dan orang yang dipaksa menurut berbagai mazhab fiqih.

  1. Pernyataan qabul sesuai dengan ijab

Jika seorang penjual mengatakan kepada pembeli, "Saya jual kepadamu dua kain ini dengan seratus seribu rupiah", lalu pembeli menjawabnya, "Saya ambil satu baju", dengan menunjuk salah satu dari kedua baju tersebut, maka jual belinya tidak sah. Sebabnya, hal itu memecah kesepakatan penjual, sedang pembeli tidak memiliki hak untuk memecahnya. Karena biasanya pedagang sering mencampur antara barang yang buruk dengan barang bagus agar barang yang buruknya tetap laku terjual lewat barang yang bagus.

Jika pembeli menerima dengan memberikan harga yang lebih dari yang diminta maka jual beli tetap dianggap sah. Sebab, orang yang menerima dengan harga yang lebih banyak tentu menerima harga yang lebih sedikit. Namun, tidak serta-merta menjadi kewajiban yang harus dipenuhi oleh pembeli selain dari harga yang diminta oleh penjual itu sendiri. Sedangkan jika pembeli menerima dengan harga lebih sedikit dari harga yang disebut penjual maka jual beli tidak sah.

  1. Transaksi Dilakukan di Satu Tempat

Ijab-qabul dinyatakan di satu tempat. Kedua pelaku transaksi hadir bersama di tempat transaksi, atau transaksi dilangsungkan di satu tempat di mana pihak yang absen mengetahui terjadinya pernyataan ijab.

Bila salah satu pihak menyatakan transaksi lalu pihak yang lain pergi dari tempat transaksi sebelum menyatakan qabul, atau sibuk dengan urusan lain sehingga memaksanya meninggalkan tempat, lantas beberapa saat kemudian baru menyatakan qabul maka jual beli dianggap tidak sah. Akan tetapi, pernyataan qabul tidak disyaratkan untuk diucapkan secara langsung, karena pihak yang mengucapkan qabul butuh sedikit waktu untuk berpikir.

Bila kedua belah pihak melakukan jual beli ketika keduanya sedang berjalan atau mengendarai kendaraan, maka jika ijab dan qabul bersambung atau tidak ada pemisah transaksinya dianggap sah. Sedangkan jika antara ijab dan qabul itu terdapat renggang waktu dan diam meskipun sebentar maka transaksi dianggap tidak sah, karena tempat transaksi berubah menjadi jalan. Kalau kedua belah pihak melakukan jual beli dalam keadaan berdiri, maka transaksinya tetap dianggap sah karena bersatunya tempat transaksi. Kemudian, jika kedua pihak berdiri, lalu salah satunya menyatakan ijab sedang pihak lain telah berlalu sebelum menyatakan qabul atau kedua pihak berjalan bersama-sama, ataupun pihak penjual berlalu sebelum pembeli menyatakan qabul, lantas pembeli baru menyatakan qabul beberapa saat kemudian, maka transaksi dianggap batal. Alasannya, ketika salah satu pihak atau keduanya berjalan, maka tempat transaksi telah berpindah tempat sebelum diterimanya pernyataan qabul, dan berjalan itu dianggap sebagai simbol penolakan melakukan transaksi.

fika kedua belah pihak melakukan transaksi di atas kapal, pesawat, atau kereta api, maka transaksi tetap dianggap sah, baik transportasi ini sedang berjalan maupun berhenti, karena orang tidak bisa menghentikan alat-alat transportasi tersebut. Dengan demikian, majelis transaksi dianggap satu meskipun memakan waktu yang lama. Berbeda halnya dengan kendaraan binatang, karena orang bisa menghentikannya. 

Jika salah satu pihak menyatakan ijab sementara pihak lain sedang absen, Ialu pernyataan ijab itu disampaikan kepadanya dan diterima, tetap saja transaksi itu dianggap batal.

Transaksi lewat utusan, yaitu salah satu pihak mengutus seseorang menemui pihak lain dan pihak yang melakukan transaksi mengatakan, "saya menjual baju ini dengan harga sekian kepada fulan yang tidak hadir. Temuilah dia lalu katakan kepadanya, Fulan telah menjual kainnya kepadamu dengan harga sekian "Setelah itu, utusan itu datang menemui pembeli dan memberitahukan apa yang dikatakan oleh penjual. Lantas, pembeli itu menyatakan ketika disampaikannya pesan tersebut, "Saya membelinya", atau, "Saya menerimanya." Pada saat itu, jual beli dianggap telah selesai karena utusan dianggap telah menyampaikan pesan dari orang yang mengutus. jadi, seolah-olah pembeli hadir dan mendengarkan ijab lalu menerimanya sehingga transaksi pun sah.

Transaksi lewat koresponden, yaitu salah satu pihak mengirim surat kepada pihak lain, "Dengan hormat, saya telah menjual kuda saya kepada Anda dengan harga sekian"' Ketika surat ini sampai di tangan pembeli dan dia mengatakan pada saat menerima surat itu, "Saya telah menerimanya", atau,"saya telah membelinya." Hukum jual beli dengan cara ini sah, karena surat dari penjual yang tidak hadir membuat seakan-akan orang itu hadir lalu diperdengarkan pernyataan ijab dan diterima juga dalam satu majelis. Namun, jika qabulnya terlambat hingga pada majelis kedua, maka jual beli dianggap batal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ayat-Ayat Al-Quran tentang Teknologi Modern: Menggali Hikmah dan Panduan dalam Era Digital

Dalam era modern ini, perkembangan teknologi telah membawa dampak signifikan pada kehidupan manusia. Teknologi modern seperti internet, smartphone, dan media sosial telah merubah cara kita berkomunikasi, bekerja, dan berinteraksi. Dalam menghadapi tantangan dan manfaat yang ditawarkan oleh teknologi modern, banyak orang mencari panduan moral dan etika dalam ajaran agama. Al-Quran, sebagai kitab suci umat Islam, memiliki hikmah dan pedoman yang dapat diterapkan dalam konteks teknologi modern. Dalam narasi ini, kami akan menggali ayat-ayat Al-Quran yang relevan dengan teknologi modern dan menguraikan hikmah serta panduan yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut. I. Pemanfaatan Teknologi untuk Pencarian Ilmu Ayat Al-Quran yang pertama yang relevan dengan teknologi modern adalah ayat yang menekankan pentingnya mencari ilmu. Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Mujadalah (58:11), "Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa d...

Memahami Alam Bawah Sadar dalam Perspektif Al-Qur'an dan Hadis: Sebuah Tinjauan Ilmiah

Alam bawah sadar, konsep yang dikenal dalam psikologi modern, telah menarik minat manusia selama berabad-abad. Dalam konteks agama Islam, pemahaman tentang alam bawah sadar bisa ditemukan dalam Al-Qur'an dan Hadis, meskipun mungkin tidak secara eksplisit disebutkan. Artikel ini akan mengeksplorasi pemahaman tentang alam bawah sadar dalam dalil-dalil Al-Qur'an dan Hadis, serta implikasinya dalam pemahaman manusia tentang diri dan kehidupan. Pertama-tama, penting untuk memahami bahwa konsep alam bawah sadar adalah bagian dari struktur psikologis manusia yang membentuk perilaku, kebiasaan, dan kecenderungan manusia. Dalam psikologi modern, alam bawah sadar dianggap sebagai reservoir informasi dan pengalaman yang tidak langsung diakses oleh kesadaran manusia, tetapi memengaruhi perilaku dan pemikiran secara signifikan. Dalam konteks agama Islam, meskipun istilah "alam bawah sadar" mungkin tidak secara langsung disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadis, prinsip-prinsip yang...

Konsep Fisika: Penciptaan Dunia dari Ketidakadaan

Konsep penciptaan dunia dari ketiadaan adalah salah satu pertanyaan filosofis dan ilmiah yang telah mendebatkan umat manusia selama berabad-abad. Dalam bidang fisika, teori penciptaan dunia sering kali berkaitan dengan konsep Big Bang, yang secara esensial menyiratkan bahwa alam semesta ini muncul dari keadaan awal yang sangat padat dan panas. Mari kita jelajahi konsep ini lebih dalam dan bagaimana fisika menjelaskan asal-usul dunia dari ketiadaan. Teori Big Bang, yang diakui secara luas oleh komunitas ilmiah, menyatakan bahwa alam semesta ini bermula dari suatu titik yang sangat padat dan panas, yang kemudian mengalami ekspansi yang cepat. Proses ini terjadi sekitar 13,8 miliar tahun yang lalu. Pada saat ekspansi dimulai, partikel-partikel elementer seperti proton, neutron, dan elektron terbentuk, membentuk materi yang menjadi dasar bagi segala sesuatu yang ada di alam semesta. Bagaimana mungkin alam semesta bisa muncul dari ketiadaan? Ini merupakan pertanyaan yang menantang dan kompl...